Sebelum vs Sesudah
Bagaimana IPSRS Smart Maintenance mentransformasi alur informal berbasis chat WhatsApp menjadi sistem operasional rumah sakit yang terukur dan akuntabel.
SEBELUM (Kondisi Eksisting)
Pola Komunikasi WhatsApp / Lisan
Laporan via WhatsApp / Verbal
Unit perawat melapor lewat chat grup WA atau telepon lisan tanpa format seragam.
Helpdesk IPSRS Kewalahan Chat
Pesan menumpuk, rawan terlewat, dan sering tenggelam oleh percakapan lain.
Tidak Ada Standarisasi Prioritas
Keluhan AC bocor di lobi sering ditangani lebih dulu dari lampu ruang periksa tindakan.
Tidak Memiliki Target Waktu (SLA)
Tidak ada batasan waktu respon dan penyelesaian yang mengikat teknisi.
Unit Berulang Kali Menanyakan Status
Perawat bolak-balik bertanya "Lampu kami sudah dikerjakan belum?" memicu ketegangan internal.
Manajemen Buta Data & Riwayat
Direksi tidak memiliki data histori kegagalan aset, backlog teknisi, dan audit biaya.
“Sudah dilaporkan sejak pagi, tapi belum tahu siapa yang ngerjakan dan kapan selesainya.”
SESUDAH (Dengan Sistem)
IPSRS Smart Maintenance
QR Code / Web Report Instan
Scan kamera di ruangan: lokasi gedung, lantai, dan identitas aset otomatis terdeteksi.
Nomor Tiket Otomatis Terbit
Tiket tercatat seketika, masuk ke antrian dashboard kontrol center Helpdesk IPSRS.
Kalkulasi Prioritas & Batas SLA
Sistem menetapkan tingkat urgensi (Critical, High, Medium, Low) dan target menit respon.
Penugasan Teknisi Spesialis Terarah
Notifikasi langsung masuk ke aplikasi smartphone teknisi spesialis (Elektrikal / HVAC).
Status Terbuka & Transparan
Unit pelapor memantau status secara live: Dari Diterima, Menuju Lokasi, hingga Selesai.
Dokumentasi & Dashboard Direksi
Pencatatan suku cadang, foto sebelum-sesudah, audit SLA 91.7%, serta evaluasi aset boros.
“Setiap laporan punya PIC yang jelas, status real-time, dan target SLA terukur.”
“Sudah dilaporkan, tapi belum tahu kapan dikerjakan.”